Jumat, 21 Juni 2013

Profile Ponaryo Astaman (POPON)

Debby Marcho Wijaya: Profile Ponaryo Astaman (POPON):

Profile Ponaryo Astaman (POPON)

Kegiatan saya Hari ini adalah melihat Sesi Latihan dari Club Sriwijaya FC yang akan melawan salah satu Club Papan Atas Indonesia Super League (ISL), yaitu AREMA INDONESIA.
berikut salah satu profil pemain Sriwijaya FC
Ponaryo Astaman (lahir di Balikpapan, Kalimantan Timur, 25 September 1979; umur 33 tahun) adalah salah satu pemain nasional sepak bola Indonesia. Ia pernah memperkuat salah satu tim pada Super Liga Malaysia yaitu Malacca Telekom dan PSM Makassar. Selain itu ia juga pernah memperkuat tim nasional Indonesia U-23. Kini ia memperkuat Sriwijaya FC.
Bersama Budi Sudarsono, ia mencetak satu gol di ajang Piala Asia 2004 dan membawa Indonesia mengukir kemenangan pertamanya di Piala Asia, menaklukkan Qatar dengan skor 2-1. Ia diangkat menjadi kapten tim nasional dan memimpin Indonesia termasuk di Piala Asia 2007, dimana Indonesia termasuk salah satu tuan rumah bersama Malaysia, Thailand, dan Vietnam.
Pada ajang Piala Suzuki AFF 2008 , Charis Yulianto ditunjuk sebagai kapten tim nasional Indonesia menggantikan Ponaryo.
   Karir Senior:
2000-2003 : PKT
2004-2006 : PSM
2006-2007 : Malcca Telekom
2007-2008 : Arema Malang
2008-2009 : Persija Jakarta
2009-Sekarang : Sriwijaya FC

Karir Timnas:
2003-Sekarang : Indonesia | 39 Penampilan | 2 Gol

Sabtu, 20 Oktober 2012

Penjelasan Tentang Mengapa Awan Terbelah

Tanggal 28 Mei 2011, foto ini diambil pada pukul 18;00. Mungkin ada yang berpendapat bahwa bila awan terbelah itu akan datang sebuah bencana. Ternyata tidak terbukti. ditempat saya contohnya.,

Ternyata awan terbelah itu Menurut salah satu pegawai BMKG Tony, saat terbang pesawat membuang gas sangat panas ke udara. Sementara di ketinggian 3000 meter, suhu sangat dingin.
Pertemuan gas buangan yang panas dan suhu yang sangat dingin membentuk semacam awan yang disaksikan sejumlah warga Yogyakarta, pagi ini. "Itu jejak pesawat," tegasnya. 

Awan jejak pesawat itu, kata dia, berangsur-angsur akan hilang karena suhu gas buangan pesawat menjadi sama seperti suhu awan di ketinggian tersebut. 

Kekhawatiran warga berkaca pada pengalaman gempa tahun 2006. Sebelum gempa, beberapa awan tegak lurus tampak di langit Yogyakarta.